Bekerja memang penting. Dengan bekerja, kita mendapatkan sejumlah gaji untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pekerjaan yang kita dapat juga menjadi bentuk prestasi tersendiri. Waktu bekerja yang sesuai standar yakni 7 – 8 jam per hari selama 5 hari kerja dalam satu minggu. Namun terkadang, tugas kerja yang begitu banyak membuat Anda harus bekerja ekstra. 

Kerja lembur memang diperlukan sesekali. Tetapi, tidak baik bila dilakukan secara berlebihan dan terus-menerus. Rutinitas kerja lembur dapat memberikan dampak negatif bagi diri sendiri. Terutama bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Mungkin saat ini Anda belum merasakannya. Namun, siapa tahu di masa depan kerja lembur akan mengganggu kesehatan fisik. 

Sebelum terlambat, pahamilah tanda-tanda Anda harus berhenti ketika kerja lembur di bawah ini: 

Mulai Tertekan dan Stres

Ada beberapa pekerjaan yang mengharuskan karyawannya untuk bisa bekerja dalam tekanan. Tekanan tersebut merupakan pengaruh dari tugas yang dibebankan. Apalagi jika sudah dituntut dengan deadline, maka Anda akan berusaha keras untuk menyelesaikan tugas tersebut hingga lembur pun tidak bisa dihindari. 

Rasa tertekan yang menumpuk akan mengakibatkan timbulnya stres. Hal ini ditandai dengan perasaan gelisah, panik, tidak fokus dan pikiran kacau. Jika sudah demikian, sudah saatnya Anda berhenti mengambil kerja lembur.

Kualitas Tidur Rendah

Tidur merupakan kebutuhan sehari-hari. Lelah setelah bekerja seharian dapat dihilangkan dengan tidur yang cukup. Waktu tidur yang baik ialah sekitar 6 – 8 jam per hari. Tidur berkualitas ditandai dengan tubuh menjadi segar, pikiran jernih dan timbul semangat ketika bangun.

Orang yang mengambil kerja lembur berisiko kehilangan waktu tidurnya. Alhasil, ia tidak mendapat tidur yang cukup. Kurang tidur dapat berakibat buruk. Di antaranya sakit badan, pusing, lemas, mengantuk dan lain-lain. Hal ini merupakan ciri khas kualitas tidur rendah.

Jadi, sayangi tubuh Anda dengan tidak bekerja terlalu larut. 

Berkurangnya Daya Penglihatan

Penyebab berkurangnya kemampuan penglihatan bukan hanya dari genetik atau kekurangan, melainkan juga dari kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti membaca dengan posisi yang salah, berada di depan layar monitor selama berjam-jam, fokus pada satu bidang contohnya mengemudi berlarut-larut dan lain sebagainya.

Kerja lembur yang Anda lakukan juga berpotensi mengurangi daya penglihatan Anda. 

Berisiko Terkena Demensia

Demensia merupakan berkurangnya daya ingat, daya nalar dan kosa kata. Biasanya ini terjadi saat menginjak usia lanjut. Tapi, perlu Anda ketahui bahwa proses demensia ini bisa lebih cepat terjadi seiring dengan bertambahnya jam kerja seseorang.

Berdasarkan penelitian, mereka yang work oriented berisiko terkena demensia di usia muda. Coba periksa jumlah jam kerja dan kemampuan otak kamu dalam berpikir, mengingat dan memahami sesuatu. Bila ternyata sudah tidak setajam dulu, maka Anda perlu berhati-hati dan berkonsultasi dengan pihak medis.

Tidak Memiliki Me Time

Survei membuktikan bahwa mereka yang sering kerja lembur tidak memiliki waktu untuk mengurus dirinya sendiri. Akibatnya, penampilan menjadi tidak menarik, berantakan dan terkesan kacau. Bahkan, kamu bisa jatuh sakit karena pola hidup yang tidak teratur.

Itulah tanda-tanda Anda harus berhenti kerja lembur. Bekerja boleh saja, tetapi jangan berlebihan karena segala sesuatu yang berlebihan itu dapat memberikan efek negatif. 

Lakukan setiap hal sesuai dengan porsi kemampuan Anda. Jika pekerjaan Anda saat ini membuat kamu merasakan tanda-tanda di atas, terus menerus harus kerja lembur maka sebaiknya cobalah berpikirlah untuk mencari pekerjaan lain yang lebih baik melalui Urbanhire. Jangan lupa juga untuk melengkapi profil Urbanhire supaya perusahaan yang Anda lamar dapat dengan mudah mendapatkan informasi lengkap tentang Anda.

Sumber: Urbanhire

External links