By Examinations Team

16 March 2026 - 15:38

oleh Raissa Almira, Pemenang IELTS Prize 2025

 

Saya pindah ke Australia untuk menempuh program magister dan tinggal di sana selama 1,5 tahun. Saya menyelesaikan Master of Marketing Communications di University of Melbourne melalui Australia Awards Scholarship. Selama waktu tersebut, saya juga bekerja paruh waktu sebagai Digital Marketing Coordinator di sebuah agen perjalanan lokal. Pindah ke Australia sangatlah menyenangkan, tetapi juga terasa menantang. Meskipun semuanya terasa baru, saya sudah cukup siap karena sebelumnya saya belajar dengan sangat intens untuk menghadapi tes IELTS. Baik itu aksen baru, ekspektasi akademik yang berbeda, maupun banyak hal lainnya, saya merasa lebih dari siap untuk menghadapinya.

Penyesuaian Budaya

Bagian Speaking dalam IELTS tidak hanya membuat saya lebih percaya diri dalam berkomunikasi; tetapi juga membantu saya menjadi lebih peka terhadap nada bicara, kejelasan, dan maksud pembicaraan. Semua hal ini berkaitan dengan adaptasi budaya, karena penyesuaian budaya tidak hanya tentang memahami bahasa, tetapi juga bagaimana orang berkomunikasi secara eksplisit maupun implisit. Hal ini sangat membantu saya dalam berbagai percakapan dan interaksi, mulai dari obrolan ringan hingga diskusi profesional.

Saran praktis saya bagi mereka yang akan segera pindah ke luar negeri adalah mengamati terlebih dahulu sebelum bereaksi. Cobalah untuk mendengarkan dengan saksama, ajukan pertanyaan klarifikasi, dan jangan takut untuk mengatakan, “Bisakah Anda menjelaskan maksud Anda?” Orang biasanya akan dengan senang hati memberikan penjelasan lebih lanjut. Selain itu, penting juga untuk tetap menghormati perbedaan budaya yang mungkin Anda temui.

Kehidupan Akademik

Bagian Listening dan Reading dalam IELTS melatih saya untuk memproses informasi dengan cepat, sementara Writing mempersiapkan saya untuk menyampaikan opini dan argumen secara terstruktur dan akademis. Semua keterampilan ini sangat berguna karena kehidupan akademik di luar negeri menuntut pemikiran yang lebih mandiri dan kritis, serta partisipasi yang lebih aktif.

Salah satu tips dari saya adalah membaca materi perkuliahan sebelum kelas dimulai agar kita dapat berpartisipasi secara maksimal selama kelas berlangsung. Dengan berpartisipasi secara aktif, kita bisa belajar dan mendapatkan pengalaman lebih banyak dibandingkan hanya menjadi mahasiswa yang pasif.

Pertumbuhan Pribadi

Tinggal di luar negeri membantu saya mengembangkan banyak keterampilan, termasuk keberanian untuk keluar dari zona nyaman, seperti berbicara di forum internasional, meminta bantuan, serta membangun ketahanan diri. IELTS juga melatih saya dalam hal ini, misalnya untuk **tetap mampu tampil dengan baik di bawah tekanan**. Pola pikir tersebut kemudian terbawa ke dalam kehidupan nyata saya.

Ingatlah bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar, dan penyesuaian diri adalah hal yang wajar.

Saran untuk Calon Peserta IELTS

Dari cerita saya, Anda mungkin sudah memahami bahwa IELTS bukan hanya tentang mendapatkan nilai, tetapi juga tentang mengasah keterampilan untuk bertahan dan berkembang ketika berada di luar negeri. Keterampilan ini akan sangat berguna di ruang kelas, dalam rapat, dan dalam berbagai situasi lainnya.

Berikut beberapa tips yang mungkin bermanfaat bagi calon peserta IELTS:

  • Cobalah berlatih menulis opini dan argumen secara terstruktur dengan melihat **IELTS Model Answers**, bukan dengan menghafal template.
  • Latih kemampuan mendengar Anda dengan percakapan dan kuliah nyata. Anda juga bisa melatihnya dengan mendengarkan **podcast** tentang topik yang Anda minati.
  • Berlatihlah berbicara secara rutin, bahkan berbicara dengan diri sendiri di depan cermin, dan cobalah berpikir dalam bahasa Inggris.
  • Bacalah konten yang berkaitan dengan bidang atau minat Anda agar belajar bahasa Inggris terasa lebih menarik.

Belum ke Luar Negeri?

Tahukah Anda? Bahkan jika Anda belum tinggal, belajar, atau bekerja di luar negeri, IELTS tetap dapat membuka banyak peluang. Tes ini dapat meningkatkan kredibilitas Anda, memperbaiki komunikasi profesional, dan mempersiapkan Anda untuk peluang global, mengingat bahasa Inggris sangatlah penting.

Peluang tersebut bisa berupa pekerjaan jarak jauh, proyek internasional, beasiswa, atau peran kepemimpinan. IELTS juga membantu membangun kepercayaan diri untuk menyampaikan ide, bernegosiasi, dan didengar oleh orang lain.

Kita bisa memandang IELTS sebagai sebuah investasi, bukan hanya untuk tempat yang ingin kita tuju, tetapi juga untuk pribadi seperti apa yang ingin kita menjadi. Karena suatu hari nanti, ketika kesempatan datang, Anda tidak perlu terburu-buru mempersiapkan diri—Anda sudah siap sebelumnya.